Pernah merasa sudah mengeluarkan biaya untuk iklan, membuat konten setiap hari, bahkan memberikan diskon besar-besaran, tetapi hasil penjualan masih jauh dari harapan?
Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak pelaku bisnis, baik UMKM maupun perusahaan besar, mengalami hal yang sama. Mereka fokus membuat promosi yang menarik, namun lupa pada satu hal yang sangat penting: siapa sebenarnya yang ingin mereka ajak berbicara dan siapa yang ingin mereka juali produk tersebut.
Di dunia marketing, ada dua istilah yang sering terdengar mirip tetapi memiliki peran yang berbeda, yaitu target market dan target audience. Memahami keduanya dapat membantu Anda membuat strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, menghemat biaya iklan, dan meningkatkan peluang terjadinya penjualan.
Mari kita bahas secara lengkap dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Bayangkan Anda menjual sepatu lari premium dengan harga Rp2 juta per pasang.
Kemudian Anda memasang iklan kepada semua orang tanpa mempertimbangkan usia, minat, pekerjaan, atau gaya hidup mereka. Akibatnya, iklan Anda bisa saja muncul kepada orang yang tidak suka olahraga, tidak memiliki kebutuhan sepatu lari, atau bahkan tidak memiliki kemampuan membeli produk tersebut.
Apa yang terjadi?
Budget iklan tetap keluar, tetapi peluang mendapatkan pembeli sangat kecil.
Inilah alasan mengapa memahami target market dan target audience menjadi sangat penting sebelum menjalankan kampanye pemasaran.
Secara sederhana, target market adalah kelompok konsumen yang paling berpotensi membeli produk atau layanan Anda.
Target market biasanya ditentukan berdasarkan karakteristik tertentu seperti:
Target market membantu bisnis memahami pasar mana yang ingin mereka layani.
Misalnya Anda memiliki bisnis skincare premium.
Target market Anda mungkin:
Kelompok inilah yang menjadi fokus utama bisnis Anda.
Dengan mengetahui target market, Anda dapat menentukan harga produk, desain kemasan, saluran distribusi, hingga strategi promosi yang lebih tepat.
Jika target market adalah kelompok pasar yang ingin Anda layani, maka target audience adalah kelompok orang yang menjadi sasaran komunikasi atau promosi tertentu.
Dengan kata lain, target audience merupakan bagian yang lebih spesifik dari target market.
Masih menggunakan contoh bisnis skincare premium.
Target market:
Namun ketika Anda membuat kampanye tentang anti-aging, target audience bisa menjadi:
Ketika Anda membuat kampanye skincare untuk pekerja kantoran, target audience dapat berubah menjadi:
Jadi meskipun target market tetap sama, target audience bisa berbeda-beda tergantung tujuan kampanye yang sedang dijalankan.
Masih banyak orang yang menganggap kedua istilah ini sama. Padahal ada perbedaan yang cukup penting.
| Target Market | Target Audience |
|---|---|
| Fokus pada pasar yang ingin dilayani | Fokus pada orang yang menerima pesan promosi |
| Bersifat lebih luas | Lebih spesifik |
| Digunakan untuk strategi bisnis secara keseluruhan | Digunakan untuk kampanye marketing tertentu |
| Menentukan arah bisnis | Menentukan cara komunikasi |
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan target market adalah seluruh penghuni sebuah perumahan. Sedangkan target audience adalah beberapa rumah yang sedang Anda kunjungi untuk menawarkan produk tertentu.
Menentukan target market bukan sekadar formalitas dalam membuat rencana bisnis. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh.
Ketika Anda mengetahui siapa calon pelanggan yang tepat, iklan dapat ditampilkan kepada orang-orang yang benar-benar relevan.
Hasilnya:
Daripada mengiklankan produk kepada 100.000 orang yang tidak tertarik, lebih baik menjangkau 10.000 orang yang memang membutuhkan produk Anda.
Setiap kelompok konsumen memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda.
Jika Anda memahami target market dengan baik, Anda dapat membuat pesan yang terasa lebih personal dan relevan.
Contohnya:
Untuk mahasiswa:
“Laptop ringan dengan harga terjangkau untuk menunjang tugas kuliah.”
Untuk pekerja profesional:
“Laptop performa tinggi untuk meningkatkan produktivitas kerja.”
Produknya mungkin sama, tetapi cara komunikasinya berbeda.
Ketika Anda mengenal pelanggan dengan baik, Anda juga lebih mudah memahami apa yang mereka inginkan.
Informasi ini sangat berharga untuk:
Banyak pelaku bisnis pemula merasa bingung saat harus menentukan target market. Padahal prosesnya tidak serumit yang dibayangkan.
Mulailah dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut:
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu mempersempit pasar yang relevan.
Jika bisnis Anda sudah berjalan, coba lihat pelanggan yang paling sering membeli.
Perhatikan:
Sering kali pola tertentu akan muncul dan memberikan gambaran target market yang sebenarnya.
Lihat siapa yang menjadi sasaran kompetitor Anda.
Bukan untuk meniru, tetapi untuk memahami kondisi pasar dan menemukan peluang yang mungkin belum dimanfaatkan.
Buyer persona adalah gambaran pelanggan ideal yang dibuat berdasarkan data dan riset.
Misalnya:
Nama: Rina
Usia: 29 tahun
Pekerjaan: Karyawan swasta
Penghasilan: Rp8 juta per bulan
Masalah: Sulit menemukan skincare yang cocok untuk kulit sensitif.
Dengan persona seperti ini, strategi marketing akan menjadi lebih terarah.
Setelah target market ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan target audience untuk setiap kampanye.
Beberapa faktor yang bisa digunakan antara lain:
Meliputi:
Meliputi:
Meliputi:
Meliputi:
Semakin spesifik target audience yang ditentukan, semakin besar peluang iklan Anda menjangkau orang yang tepat.
Banyak bisnis gagal mendapatkan hasil maksimal karena melakukan beberapa kesalahan berikut.
Kalimat seperti:
“Produk saya cocok untuk semua orang.”
Biasanya justru menjadi tanda bahwa target market belum jelas.
Semakin luas target pasar, semakin sulit membuat pesan marketing yang relevan.
Jangan menentukan target market berdasarkan perasaan atau tebakan semata.
Gunakan data, survei, wawancara pelanggan, dan analisis perilaku konsumen.
Perilaku konsumen bisa berubah seiring waktu.
Karena itu, target market dan target audience perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Misalkan Anda memiliki bisnis kopi kekinian.
Dengan pendekatan seperti ini, setiap kampanye memiliki sasaran yang lebih jelas dan peluang keberhasilannya lebih tinggi.
Salah satu penyebab terbesar pemborosan budget marketing adalah menjalankan promosi tanpa memahami siapa yang sebenarnya ingin dijangkau.
Target market membantu Anda mengetahui kelompok konsumen yang paling berpotensi membeli produk. Sementara target audience membantu Anda menentukan siapa yang akan menerima pesan promosi dalam sebuah kampanye tertentu.
Ketika keduanya dipahami dengan baik, Anda dapat:
Sebelum mengeluarkan budget untuk beriklan, luangkan waktu untuk memahami target market dan target audience Anda terlebih dahulu. Langkah sederhana ini sering kali menjadi pembeda antara kampanye yang sukses dan kampanye yang hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas.